赤と青. Aka to ao. Kejutan tidak hanya sebatas Kuroko yang telah ditunangkan dengan Akashi Seishina, kembaran Akashi Seijuurou. Dimulai dari perjalanan pulang sekolah berdua, sosok okaa-san yang selalu ada dalam hati Kuroko telah pergi untuk selamanya, sampai Kuroko ikut bersama si kembar ke Kyoto—cerita mereka tak hanya berhenti sampai di situ. — AU; akakurofem!aka [#08: White]
Saat Satsuki melupakan pengertian rumah yang sesungguhnya, Daiki akan mengembalikannya dan memperkenalkannya kembali kalau perlu. — aomomo
Dreamcatcher yang diberikan Seijuurou kepada adiknya untuk menangkal mimpi buruk itu menjadi saksi atas kehidupan mereka. Tanpa menyadari bahwa Tetsuya akhirnya menemukan apa yang disebut dengan mimpi buruk sebenarnya begitu Seijuurou pergi meninggalkan Jepang. — AU; Twins!AkaKuro
Biarlah aku yang menjadi matamu, biarlah aku yang menjadi kakimu. Biarlah aku menjadi bagian dirimu dibandingkan harus melihatmu seperti ini terus-menerus. Dan penyesalanku satu-satunya adalah tak dapat melihatmu bermain basket lagi, tak dapat menemanimu hingga ajal menjemput. — akakuro [requested]
"Aominecchi, karena hari ini menggambarkan nomor punggung kita, aku mengijinkan Aominecchi untuk mengatakan sepuluh hal yang dipendam Aominecchi selama ini 'ssu!" Yah, Aomine hanya tidak ingin menyakiti Kise dengan sepuluh fakta itu, semoga saja semua berakhir sesuai yang diharapkannya. — aokise for aokise day (05/07) [requested]
It was a surprise that Midorima would give such a lucky item to his partner. Of course he had his own purposes. / Shounen-ai. MidoTaka!
Aomine sudah tidak tahan lagi, cokelat dan vla di mulut Kise itu benar-benar berantakan. / "Menyebalkan sekali 'ttaku. Sini biar aku yang hapus." / "Aku juga nggak mau kalah sama Akashi." — aokise; warn: kata-kata tidak sesuai EYD.
Untuk masa depan Midorima, Takao akan melakukan apa saja, termasuk melepasnya. Meskipun ia tahu bahwa menunggu untuk bermain basket bersama sekali lagi saja merupakan hal yang membosankan. / Settings: Third year — midotaka [requested]
Ia tidaklah buta, ia tidak mengalami gangguan kejiwaan. Hanya saja jiwanya masih berada di dunia saat Kuroko masih ada. — kikuro
Sepertinya gadis itu melupakan tanggal 14 Maret ini. Oleh karena itu, Kuroko Tetsuya-lah yang akan membuka matanya, dengan memberikannya banyak kejutan sejak detik pertama ia membuka mata. / "Selamat hari White Day, Akashi Seishina. Aku, Kuroko Tetsuya-mu, mencintaimu." [sequel to 'valentine gifts'; cover (c) pindanglicious] kurofem!aka / fem!akakuro
Kuroko tidak tahu apa yang ia harus lakukan saat Kagami tiada. Dan saat ia menyadari bahwa Kagami telah benar-benar tiada, ia tidak tahu apakah ia harus menunggunya untuk bermain basket bersama lagi.