Summary
Makoto mengangkat kepalanya dari makanan di hadapannya, senyuman tidak pernah meninggalkan wajahnya. Ugh, ingatkan lagi kenapa ia jatuh hati pada pria ini? Kebaikannya sungguh berlebihan dan itu membuat Rin berpikir apakah hal itu pantas untuknya. "Rasanya lezat. Terima kasih untuk makanannya, Rin." Makoto mengulurkan tangannya untuk membelai pipi Rin.