Minos lelah akan rasa kehilangan—tetapi tidak bisa berhenti, melepas hal ini jauh lebih berat baginya. Sedikit waktu bersama, lebih baik daripada tidak sama sekali. Sekalipun harus terulang berapa kalipun, ia hanya bisa melihat Albafica di dalam mata hatinya, dan kali terakhir ini, ia tidak akan membiarkan Sang Mawar lepas darinya.
Apakah benar orang sepertinya bisa jatuh cinta? Atau adakah hal lain yang diinginkannya… "Mari bermain, Kardia." bisik lirihnya terucap, seperti desis tidak terdengar—hanya bibir yang mengeja kata tanpa suara. Sebuah ajakan yang akan membawa pada sebuah permainan panjang. Pada permainan kematian.
Ini adalah rahasia kecilnya, rahasia yang tidak akan pernah dibaginya dengan siapapun. Namun terkadang mereka lupa sedang berada di mana, lupa jika ada yang menyaksikan. Keduanya terlalu menikmati apa yang tengah terjadi, senang dengan interaksi kecil atau sentuhan tangan yang secara tidak disengaja. Dan bagaimana jika rahasia tersebut tidak bisa dipertahankan..
SLASH DRARRY! Draco tidak mau menyatakan perasaannya semata-mata karena detensi. Ini bukan main-main, rasa yang ada di hatinya itu tulus. Dan perlu kesungguhan, bukan sekedar didasari perintah.
A little bit SLASH DRARRY and SBRL! Dunia ini sama sekali belum aman. Kejahatan tidak akan pernah ada habisnya sekalipun Pangeran Kegelapan telah ditumbangkan.
SLASH DRARRY! Almost PWP! Keindahan itu tidaklah mutlak pada sesuatu yang sempurna. Draco memahami itu sekarang, dilihat dengan mata telanjang tidak ada yang menarik dari seorang Harry Potter, tapi hatinya berkata bahwa memang inilah yang ia inginkan.
Terluka. Kehilangan. Pembalasan. Semua menyusup dalam sendi-sendi yang dikobarkan dendam. Kebutaan memang melumpuhkan indra penglihatannya, tapi dendam tersebut apakah akan membutakan mata hatinya juga, sedangkan ajarannya adalah untuk sebuah pengampunan. Namun apakah ia harus mengampuninya? — MULTIPAIR (DefterosAsmita, RhadamanthysRegulus, AsprosSisyphus, MinosAlbafica)
Mulai sekarang ia tidak ingin lagi membuka mata. Tidak ingin melihat dunia, karena dunianya hanya tersisa dalam batas pandang gelap mata terpejam. Karena di saat matanya tertutup, tertangkap sebuah wujud dalam ilusi, muncul sesosok imajiner pria berambut biru panjang, masih sama seperti yang terakhir kali ia lihat. Sosok yang begitu ia cintai. M for Mature Content.
Keduanya sudah saling menemukan, dengan rasa saling menginginkan yang semakin berkembang. Bukan rasa terpana karena keindahan fisik semata, tapi lebih dalam dari itu. Dan apakah yang terjadi jika keyakinan keduanya tidak lagi tergoyahkan? [MinosxAlbafica - Fluff - Smut]
Selamat tidur. — Bisik lirih terucap, dengan kecupan kecil sekilas. Dan ia pun memejamkan mata, membiarkan tidur dan mimpi indah menguasai. A TO Z DRABBLE.
Jika ada yang bertanya pada Draco, apakah ia masih mencintai Harry, tidak perduli pertanyaan itu datang sekarang, esok, lusa, atau kapan pun waktunya. Jawabannya akan tetap sama. Selalu. Draco akan selalu mencintai Harry.
Tujuannya untuk balas dendam. Namun apa yang Greyback berikan padanya, telah merubah jalan yang sudah direncanakan. Ia merasa bebas dari belenggu dan mulai menikmati menjadi seorang Manusia Serigala. Birthdayfic for Remus Lupin!
Ia memandang pintu seakan sosok Snape baru saja menutupnya, menutup segalanya, menutup kesempatan untuk meminta maaf, untuk menebus segala kesalahannya. Dan kegilaan yang pada akhirnya menjadi jalan untuk menutup rasa kehilangan. DRARRY. M for Gore.
Suara Lily.. Kali ini Snape justru merasa dirinya telah banyak berhayal sampai berdelusi. Ia bahkan tidak berani menoleh, dan semakin menundukkan kepala menekuni buku Ramuan favoritnya. WARNING INSIDE! FIC FOR SNAPE'S DAY!
Kalau begitu, aku menginginkan kalian mendapat Outstanding untuk setiap pelajaran yang kalian ambil, terutama Ramuan. Dan aku akan bangga pada hadiah itu. FOR SNAPE'S DAY!
SLASH DRARRY! Kumpulan Drabble sakit jiwa untuk Infantrum 50 Sentences Challange.
Sebuah pemikiran tentang R.A.B. dan SLASH BLACKCEST! Aku tidak akan menjadi pengecut yang hanya bersembunyi di balik topeng Death Eater dan lari. Aku mengetahui rahasia Anda-Pangeran Kegelapan, dan tidak akan tinggal diam.
SNAPE FICT! Ia peduli. Ia ingin yang terbaik. Ingin putra Lily itu menjadi penyihir hebat. Ia tidak peduli betapa Harry membencinya. Tidak beduli betapa sarkastiknya ia dalam memperlakukan Harry. Ini semua bukan lagi sebatas tugas.
SLASH DRARRY! Kilat kemarahan semakin tercetak dengan jelas di mata Draco. Ia sepenuhnya dikendalikan emosi, walaupun ada rasa di hatinya yang tidak mau melihat Harry sedih, tidak mau Harry menderita lebih lagi, namun ego tetap menang.