"Gadis kecil itu putriku, kan?" Rose memaksa dirinya untuk tertawa. "Putrimu? Omong kosong macam apa itu!" Tetapi pria itu tak mengubah ekspresi kosong di wajahnya yang dingin itu. Dia masih tetap menatap Rose sama tajamnya. "Gadis yang bernama Thea itu, dia putriku, kan?" ulangnya. / Mind to Read?
Rose Weasley memulai tahun keenamnya di Hogwarts sebagai peraih nilai tertinggi OWL asrama Gryffindor. Tapi tahun ini entah mengapa membuatnya jauh lebih gugup bahkan daripada tahun pertamanya di Hogwarts. Tapi sepertinya dia tahu alasannya. Ya, ciuman saat pesta semalam suntuk sehabis OWL penyebabnya, ciuman pertamanya dari pewaris tahta pangeran Slytherin: Scorpius Malfoy.
Pertempuran Hogwarts sudah dimenangkan, dan runtuhnya masa kegelapan dipastikan. Baik penyihir ataupun makhluk sihir berhati putih bersuka cita atas kekalahan Pangeran Kegelapan. Tapi tahukah kita bahwa ada sepenggal kisah yang tertinggal? Bukan, bukan tentang Lord Voldemort ataupun Harry Potter. Tetapi, tentang asa seorang gadis yang pupus di tengah kehancuran.