Cerita super pendek dari kehidupan Levi-Eren bersaudara. Saatnya tahu bagaimana mereka sebenarnya..
Hari-hari penuh warna, seperti pelangi. Setiap harinya pasti ada kesedihan. Tapi kau tahu artinya? Dibalik kesedihan itu ada kebahagiaan yang menunggu. Dan juga sebaliknya. Sebenarnya sebuah kebahagiaan menyembunyikan kesedihan didalamnya. Seperti pelangi. Mereka ada setelah datangnya hujan. Takkan ada kebahagiaan jika tak diawali oleh kesedihan.
'Setelah kepergian gadis itu, halusinasi indah menyerangku. Ini seperti mimpi, dan aku tidak mau bangun dari mimpi itu. Aku bisa disebut gila.. dan aku menerimanya. Kenapa takut harus gila untuk gadis itu? Halusinasi dibalik cermin. Kenapa... harus dicermin' /"jangan pergi, kumohon."/"aku minta, jangan lupakan aku"/"ini hanya keajaiban"/
"Kau adalah teman pertamaku."/"Apa kau yang mempengaruhi Euphi untuk pembantaian Jepang itu!"/"Iya"/"Kenapa! Kenapa kau menyuruhku untuk tetap hidup! Ini seperti kutukan untukku!"/ Kedok sekutu keadilan akhirnya mati./ Suzaku & Lelouch, AR
Aku masih tidak mengerti. Kenapa aku begitu mencintainya. Dia hanyalah wanita jalang yang siap dirangkul oleh siapa saja. Siap diapa-apakan hanya dengan beberapa lembar uang. Apa kau menaruh sihir pada kopi yang aku minum? Atau kau memang telah membuatku jatuh kedalam kubangan pesonamu?
Eren menolak mengikuti kemiliteran. Ia akan melanjutkan jejak sang ayah sebagai dokter. Lalu mengungkap semua misteri yang menghantui umat manusia selama ini, dengan caranya sendiri.
Tidak pernah terpikirkan kalau ia akan setertarik dan senekad ini padanya, pada orang yang dulu sangatlah ia benci.
Jangan menangis didepan pusaraku. Aku tidak ada disana. Aku tidak tertidur disana. Aku menjadi seribu angin yang berhembus disekitarmu. Mengelus pundakmu yang selalu terlihat tegar, tak peduli seberapa beratnya bebanmu.
Telapak tangan yang kecil itu mengusap pundakku dengan lembut. Sangat hangat dan membuatku nyaman. Bahkan ini lebih baik dari untaian kata untuk menenangkanku, ini jauh lebih baik.