Ketika anak-anak GoM mengenal Interntional Kissing Day untuk pertama kalinya dan mereka 'mencoba' untuk mencium manager klub basket mereka. 'Mencoba' menjadi kata kuncinya di sini.
Ketika main kartu dijadikan ajang untuk mengalihkan pembicaraan yang membuat seseorang 'panas' sekaligus untuk pelampiasan kecemburuan.
Siapa yang tidak kesal ketika kau berniat untuk melamar seorang wanita namun yang mau dilamar justru sibuk membicarakan lelaki lain hingga kau tak dapat kesempatan mengutarakan lamaranmu? Hal yang sama juga dirasakan dan dialami Kuroko Tetsuya. Ia berniat mendiamkan gadis itu sekaligus melamarnya dan sukses melakukannya dengan cara yang... bisa dibilang, cukup unik.
atau sebuah kisah di mana seorang Akashi Seijuurou yang berusia empat belas tahun harus mengambil berbagai peran demi adik-adiknya sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan meski ia sendiri pun masih seorang remaja labil.
Momoi sudah tak tahan lagi. Apa sebenarnya perasaan Kuroko padanya. Sukakah? Atau tidak suka? Pemuda itu tak pernah memberikan kejelasan. Maka hari ini Momoi meminta penjelasan padanya dan Kuroko menjawabnya... dengan cara yang bisa dibilang tak biasa.
Ketika perbedaan kecil yang mencampuri kehidupan sehari-harimu membuatmu berpikir yang aneh-aneh...
Kini mereka akhiri kisah mereka sebagai aku dan kamu. lNamun di saat yang sama lembaran kisah mereka sebagai kita atau kami dimulai. Because when a story ends, another begins.
Karena kisah mereka diawali dengan segelas espresso di kedai kopi sederhana. For NaruHina Fluffy Day #5.
Ketika kau sudah tak memercayai pesan dari seseorang lagi karena sebuah alasan simpel. Pembajakan ponsel. Sequel to Kisses Make Things Better.
Pepatah berkata sebuah kecupan bisa membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik. Dan kebetulan, seorang Uzumaki Naruto menggunakan pepatah ini untuk... mungkin, keuntungannya sendiri.