Penyerangan mematikan salah satu sekolah sihir kecil di Eropa selatan memaksa Hogwarts menampung beberapa muridnya. Harry Potter tidak mengetahui bahwa penyerangan tersebut entah bagaimana berhubungan dengannya dan masa lalunya. Saat itulah ia menyadari bahwa ia bukan bertahan hidup karena kekuatan cinta ibunya semata, namun ternyata juga mengorbankan seorang lainnya. [Tahun ke-6]
'Sisi ke-3', cabang Dua Sisi bab 9. Aku Pansy. Aku benci dia. Mungkin cuma Legillimens yang tahu mengapa aku sangat muak dengan darah lumpur jalang itu. Dengarkan aku...[Spin-off Dua Sisi]
So be it: COMPLETE. Mereka pikir mereka hidup di dunia yang berbeda. Semua sisi yang membedakan— atau apa yang membuatnya sama: Kebencian.. Persahabatan.. Harga diri.. Dalih.. Hasrat?
Kumpulan one-shot generasi ke-3. [Lanjutan Dua Sisi, Jade, dst]
Kurasa aku takkan membuat Epilog karena terlalu dini untuk menyimpulkan sebuah akhir, yeah? Jadi, mari kuperkenalkan... Jade. [Lanjutan Prolog]
Terkadang perbedaan awal dan akhir itu sangatlah tipis. Entah kapan kita mampu mengatakan sebuah awal adalah permulaan, sementara sebuah akhir adalah penyelesaian. Well- aku tak mampu menjelaskannya... bagaimana dengan kau? [Lanjutan Dua Sisi]