Cerita kecil hari-hari Tasha Godspell untuk setiap penggalan huruf yang menyusun namanya; T A S H A – 5 drabbles.
Warna yang selalu hinggap dalam hariku—hanya cerita kecil tentang mereka dari sudut pandangku.
Ketertarikannya akan wanita itu membawa mereka ke dalam sebuah kebenaran yang tersembunyi.
—potongan kisah dari keluarga kecil mereka. 30 drabbles.
Ryuu—apa yang membeku selama ini, perlahan, mungkin telah mencair.
Kupikir, aku masih bisa menjangkau tangan pucatnya.
"Jadi manusia handsome kelewat awesome memang dosa. Enam belas detik jadi luarbiasa." Malam itu, semua komentar mengenai video berdurasi 16 detiknya ia print-out. Rasanya Kano adalah Homo sapiens paling bahagia sekarang.
– mengira Yohio sibuk nge-scream – "Homo sapiens merah jambu itu akan pulang. Wajar nggak sih, kalau isengnya nggak kadaluwarsa?" Hanya bongkahan harapan dan kenangan Yohio dari ribuan detik menjelang kedatangan Yuuma.
Mungkin memang mendadak, sebuah filosofi dengan pemikiran sederhana yang diberikan untuk kedua orang itu. "Master, tolong. Dia mulai anarkis."—ya, kedua satelit kita.
—yang membuat Shintaro sumpah ingin gantung diri. "Kisaragi, ternyata tubuhmu bagus juga ya—seksi." Jika disuruh memilih, Shintaro memilih mengungsi ke kandang Tono saja.