Niatnya ingin mencari sunyi dan menenggelamkan diri dalam nostalgia, tapi seorang bocah berambut pirang dan bermata biru itu tiba-tiba saja menghampirinya. Sai merasa ada yang berbeda darinya. Ada sesuatu yang mendorongnya ingin mengetahui lebih. Tapi apa? /"Kenapa orang-orang bercerai?"/post!divorce, family fic/prequel.
Sai mengangkat alis, "Kenapa teh herbal?" Ino hanya mengulum senyum.
Florist, Medic nin, Kepala Barrier Team, Leader Clan, sekaligus seorang istri dan ibu yang baik—Ino mengerjakan semua peran yang diembannya dengan sempurna, tak dinaya Sai jadi sering dibuat kagum akan betapa hebatnya istrinya itu.
Sai dan Ino Yamanaka adalah sepasang mantan kekasih yang—sialnya, terjebak bersama di dalam sebuah lift. Berdua saja. Freaking hell.
Inojin sadar ada yang berbeda dari Ayahnya. Ayahnya berbeda. Tetapi berbeda... bukan berarti tidak baik / "Ayahku bukan penjahat!"/ sainojin family fic. inojin-centric.
Aku adalah loker nomor 25. Loker sekolah yang letaknya paling ujung, paling tua, namun masih punya semangat masa muda yang membara. Mempesona juga; seperti pemilikku—Sai. Dan tahukah kau, jika pemilikku itu sedang jatuh cinta pada gadis bersurai pirang pemilik loker nomor 30 di seberang sana? /pov benda mati/ saiino/ high-school!au.
Kuning serupa rembulan dan biru samudra tiba-tiba membayang di pelupuk matanya yang mulai mengunang. Kombinasi dwi warna itu memang hanya samar. Hanya sebuah kelebat semu. Namun itu memberinya kekuatan. Sai ingin pulang. Ia ingin pulang ke rumah. Rumah yang artinya—dia.
satu siang di toko bunga, segelas green tea latte dan— "Hei, itu kan ciuman tidak langsung!"
Yamanaka Ino adalah omega untaken yang kini mendapat heat pertamanya. Untaken—yang artinya dia tidak punya mate. Ia tak punya pilihan lain selain membuat sayembara ini. Sayembara yang memang dibuat untuk memuaskan heat sialan ini. Entah siapa dari serigala-serigala itu yang akhirnya memenangkan turnamen bodoh ini. Ino menggantungkan sepenuhnya nasibnya pada takdir. /saiino ABO/
Inojin sudah berusia 10 tahun sekarang. Ia sudah besar. Ia sudah mandiri. Dan ia ingin membuktikan bahwa ia sudah bisa ditinggal sendiri oleh orangtuanya./ "Kangen juga tidak apa-apa kok—"/ SaInoJin family fluff. canon-setting.
Ino menatap sengit pada dua orang di depan meja kasir itu, Sai dan si pelanggan mereka—Keiko. Sai bilang dia sedang menaruh rasa pada seorang gadis—walau Ino tak tahu siapa. Tapi sumpah, Ino tidak rela kalau orang yang disukai Sai adalah gadis itu. Siapapun—asalkan jangan dia. "Orang yang kau taksir itu, dia tidak cantik," / "Tidak. Dia sangat cantik."/"Kamu dipelet ya?"
Saat Sai melihat kesempatan di tugas matkul Perancangan Arsitektur Pak Kakashi yang menugaskan anak didiknya untuk menggambar denah rumah impian masing-masing. /"Wah, Sai rumahnya besar ya, banyak kamarnya..."/ "Iya, soalnya aku mau punya banyak anak," / saiino. college!au.
Permen yang katanya 'nggak cuman wangi tapi juga bisa ngomong' inilah yang kemudian jadi malapetaka bagi Ino. Ino bahkan tidak tahu apakah ia harus mengutuk atau mengucap syukur pada si pabrik pembuat permen laknat ini. / "Lagipula ada kamu disini,"/ canon-setting. saiino.
saat mulut tak mampu berucap, biarkanlah bunga dan mahkotanya yang berbicara—tentang dua insan yang takdirnya tak diikat oleh benang merah. Tentang dua insan yang jelas berbeda jalan. Mereka tahu ini salah, tapi kenapa semua terasa begitu benar? saiino. au. warning inside.