Semua orang beranggapan kalo kehidupan Leon Koejima sangat sempurna... Dari mananya, woi! Kehidupan cinta gue ngenes banget ini! *garuk tembok*— Leon Koejima, 17 tahun, sebuah pengakuan terlarang. Side Story dari fic Omegle.
Nggak, kisah ini bukan sekadar cerita picisan dan sejenis dongeng ngaco binti gaje kayak pilem-pilem Indihe. Ini semua tentangku, kehidupan cintaku, dan persahabatanku yang nyaris kacau balau karena drama-drama nggak penting. Oh Tuhan, MIKU SUDAH LELAH, sungguh! *makan rumput*— Sekuel dari Omegle. DISCONTINUE untuk sementara!
—Natalia tak pernah tahu, di balik kerlip mata biru sedalam lautan biru itu dipenuhi mimpi-mimpi tentangnya. Chapter 9 up!
"… pernahkah kau merasa begitu hancur, sehingga akhirnya kau tidak bisa merasakan apa-apa lagi?"
—sampai hari itu tiba, simpan hatimu untukku, ya?
—karena aku dan kamu memang sesederhana sepasang sepatu.
Sayangnya Miku nggak pernah memandangku sebagai cowok yang disukainya, melainkan cowok yang bisa ditindas-tindas seenak jidatnya. Ngenes? Banget. Hina? Yo'i. Pilu, men hati ini. Tapi lalu aku menemukan orang lain. Yang memandangku berbeda, dan kemudian membuatku jatuh kepadanya. — Gumiya Megpoid, 17 tahun, sebuah pengakuan korban penistaan. Side Story dari fic Omegle.
"Kata nyokap gue, jangan cari cewek yang item manis. Kalo manisnya ilang, ntar tinggal itemnya, hiii! Emangnya lo mau sama biji kolak!" perdebatan tipe orang yang disukai memang aneh. Dan absurd. Tapi kutemukan jawabannya pada Kasane Teto. — Rinto Kagami, 17 tahun, sebuah pengakuan rahasia. Side Story dari fic Omegle.
—percayalah, akan selalu ada kerlip cinta di matamu.
—masihkah kaukenang aku?