"Aku menginginkanmu!" Ujar Albus. Murid-murid di sekitarnya menatap pemuda berambut hitam itu dengan penuh rasa ingin tahu. Albus Potter nembak Scorpius Malfoy di lorong kastil?
Albus Potter adalah masalah. Scorpius tahu itu. Makanya ia berusaha agar jangan sampai terlibat dengan si Potter tengah itu. Tapi kelihatannya nasib berkata lain.
Albus Potter bernyanyi untuk Draco Malfoy. Scorpius Malfoy tercengang. Harry Potter hampir kena serangan jantung. Para penonton bersorak. WHAT THE HELL IS HAPPENING?
Gara-gara Pelahap Maut, Albus harus rela mendekam di sel ukuran 2x2 yang kotor. Bukan masalah juga, sih, karena dia bisa melarikan diri kalau mau. Tapi... hei! Teman satu selnya Scorpius yang itu? Mungkin ide melarikan dirinya harus di-pending dulu.
Harry kram punggung. Dalam keadaan tak berdaya, orang terakhir yang ingin dia temui adalah si pemuda pirang rivalnya sejak sekolah—yang ternyata malah datang sebagai Healer untuk memeriksanya (dan minum teh).
Karena skandal yang merepotkan, James Potter akhirnya harus mengambil cuti dari rutinitasnya dan menyepi ke sebuah desa sihir terpencil. Ia pikir ia bisa tenang sementara, tapi ternyata ia malah menemui keadaan tak terduga: desa yang suram dengan legenda vampirnya.
Antara kekasih pencemburu, kekasih selebriti, dan cuddler profesional.
Albus dan Scorpius tanpa sengaja berada dalam satu lift.
Dr. Richard Hayes adalah psikolog ternama asal Amerika. Suatu hari Scorpius Malfoy menghubunginya, memintanya menemui salah satu kenalannya. Maka selama tiga jam selanjutnya Dr. Hayes mendengarkan kisah cinta Albus Potter yang terus berputar-putar, naik-turun... seperti bianglala.
karena mencintai tak harus memiliki.
Airmata Scorpius mengalir tanpa henti bersama derasnya hujan.
Albus melancarkan rayuan(maut)nya pada Scorpius. Fanfic yang ditulis cuma buat suka-suka saja. Lebih jelasnya silahkan dibaca :)
Demi adik-adiknya, Furihata nekat menodong orang. Tapi sayangnya ia salah memilih korban.
Sekolah Natsume mengadakan Festival Kebudayaan, dan kelas Natsume mengambil tema cross-dressing Maid & Butler Café. Natori yang mengetahui hal itu memutuskan untuk datang melihat situasi—terutama untuk menggoda Natsume. Warning : Shonen-ai, OOC.
Albus Potter dan Scorpius Malfoy saling melempar kutukan di koridor, dengan alasan—menurut Albus—karena Scorpius sudah mencuri sesuatu darinya. "Dan pencurian apakah yang ia lakukan, Mr. Potter?" Tanya McGonagall. "Dia mencuri hati saya!"
Albus penasaran apakah mantra Accio bisa juga digunakan untuk manusia. Untuk memenuhi rasa ingin tahunya, ia memutuskan untuk mengujicobakan mantra tersebut pada pemuda pirang Slytherin yang tak sengaja ia temui di kamar mandi prefek.