Apa yang akan kalian lakukan jika orang yang kalian sayangi, kehilangan penglihatan? Kado apa yang bisa kalian berikan? Masihkah kalian menganggapnya sempurna walaupun kenyataannya tidak lagi? Bersediakah kalian berkorban?
Demi membangkitkan klien dari koma dan menikahkannya dengan jodoh yang sudah setia menanti, kedua sejoli ini harus berpura-pura menjadi sepasang suami istri yang berprofesi sbagai konsultan dan psikiater. Naruto dan Sai harus siap-siap merana dalam petualangan mereka kali ini. Mungkin Sasuke juga? Warning : Mild Language, Typo(s), and so on. Update Chappi 10!
Pingsan berkali-kali, ceracau soal pengorbanan, membuat pria ini geram. Ngerti nggak kalau dia rela berbuat apa saja asal ceracaunya itu berhenti? Berasa mau bunuh diri kalau dia mendengarnya. Urgh, kepala batu vs kepala batu. Ini juga, si pirang, Hokage, tapi kadang lemotnya keterlaluan. Ana Ngeplak Sis? Hah! Anafilaksis! Ngerti nggak? Challenge #GetWellSoon!
Ini soal penantian dan pengharapan serta percaya. Bagi siapa yang percaya dan setia berharap, niscaya akan diberi ganjaran besar. Ketika kesedihan bersamanya, cara Sakura untuk mengatasinya adalah melihat kembang api di setiap festival musim panas. Dengan demikian, ia bisa merasakan kehadiran Sasuke seperti dahulu dan mengerti arti keluarga sebenarnya. Based on 'Utakata Hanabi'