Aku telah terbangun setelah sekian lama menjadi boneka dan menghancurkan diriku sendiri. Seperti patung tanpa jiwa. Ketika jiwaku tertidur entah di sudut gelap atau dipelukan-Nya.
Aku benar-benar senang bisa bersamanya meski di dunianya matahari tidak bersinar, dan bulan tidak terlihat, meski bintang dan pelangi tidak akan pernah ada. Tapi di sini aku bersamanya, seseorang yang kucintai, takdirku, dan itu sudah cukup.